Selasa, 03 April 2012

PENERJEMAHAN PERIBAHASA ARAB KE DALAM BAHASA INDONESIA



A.    PENDAHULUAN
Menerjemahkan sebuah teks sejatinya tidak sekedar mengalihkan kata demi kata, frase demi frase atau kalimat demi kalimat, yang terdapat dalam bahasa sumber ke bahasa target. Menerjemahkan juga berarti merangkai dan mengungkapkan kembali gagasan naratif sebuah teks sumber ke dalam bahasa target.
Cara pengungkapan tentu harus menggunakan kemasan bahasa yang diterima khalayak sesuai dengan kaidah yang berlaku, seperti halnya dalam menerjemahkan peribahasa. Dibawah ini akan dibahas mengenai teknik menerjemahkan peribahasa Arab kedalam bahasa Indonesia, berikut pembahasannya.

B.     PEMBAHASAN
a.       Pengertian
Peribahasa berdasarkan kamus ilmiah populer karya Pius A. Partanto dan M. Dahlan Al Barry (2001: 587), yaitu segala bentuk atau cara berbahasa yang biasanya menggunakan arti kias. Sedangkan peribahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Departemen Pendidikan Nasional (2008: 120), adalah  perkataan atau kalimat tertentu yang mengandung maksud khas (kiasan).

b.      Cara Penerjemahan
Penerjemahan peribahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia bisa dilakukan dengan menggunakan teknik yang yang dipakai untuk penerjemahan Metafora. Ini berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari beberapa tokoh dibawah ini yang menyinggung penjelasan tersebut.
Ibnu Qutaibah dalam buku karya Zaka Al Farisi (2011: 149) menympaikan pendapatnya berkaitan dengan metafora. Menurutnya, metafora mencangkup: isti’arah (peminjaman kata), tamtsil (pengakhiran), hadzf (pelesapan), tikrar (pengulangan), ikhfa (penyembunyian), izhhar (penampakan), idhah (penjelasan), penggunaan bentuk mufrod (tunggal) untuk maksud jamak, penggunaan bentuk jamak untuk maksud tunggal, penggunaan bentuk tunggal dan jamak untuk maksud mutsana (dual), kata khusus untuk makna umum, kata umum untuk makna khusus, dansebagainya. Sedangkan dalam pandangan Newmark, metafora dapat berupa sebuah kata atau kata yang diperluas semisal idiom, kalimat, peribahasa, alegori dan teks imajinatif yang lengkap.
Berkaitan dengan penerjemahan ungkapan-ungkapan metafora, Murtadla menemukan empat model penerjemahan yang bisa dipakai dalam penerjemahan peribahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Diantaranya :
1.      Jika makna metafora/peribahasa yang terdapat dalam bahasa sumber itu sama dengan makna yang terdapat dalam bahasa target, maka metafora/ peribahasa sumber dapat langsung dialihkan ke dalam bahasa target.
2.      Jika makna dalam bahasa sumber dan bahasa target tidak sama, maka pada penerjemahan metafora/peribahasa tersebut diperlukan penambahan makna melalui pemadanan konteks atau dengan dengan memberikan cataan kaki.
3.      Jika pencantuman metafora/peribahasa dalam bahasa target hanya akan mengaburkan amanat yang terkandung dalam bahasa sumber, maka yang disajikan hanyalah makna metafora tersebut.
4.      Jika penyajian makna pun dapat menghilangkan amanat bahasa sumber, maka dalam hal ini metafora/peribahasa cukup dideskripsikan maksudnya saja.

c.       Contoh
منذ نعومة اظفار.
Semenjak kuku saya masih lunak.
Maknanya : semenjak kecil.

حتى يلج الجمل فى سم الخياط.
Hingga unta masuk lubang jarum.
Maknanya : semenjak kecil

لا تغرب الشمس عنه.
Matahari tak pernah lenyap daripadanya.
Maknanya : terus menerus dalam kemenangan dan keunggulan.

مما يندى له الجبين.
Menjadikan dahi berkernyit.
Maknanya : memprihatinkan

فلان كثير الرمد.
Si “A” banyak abu.
Maknanya : dermawan
C.    PENUTUP
Penerjemah yang baik idealnya memahami peribahasa. Diantara peribahasa yang sedikit sulit adalah jika diambil dari cerita. Artinya, saat ada peribahasa, kita harus tahu persis jalan cerita aslinya, sehingga bisa mengungkapkan  maksud peribahasa tersebut.
Misalkan peribahasa Arab yang menyatakan bahwa, “Janganlah engkau seperti utusan ‘ad”. Maknanya adalah jangan mengkhianati amanat dan tidak menjalankan tugas dengan baik. Bahkan mendatangkan kesialan dan bencana. Ini bisa dilihat dalam kisah yang termaktub dalam Al Qur’an, dimana menceritakan tentang Nabi Hud dan kaumnya.

D.    SUMBER
Nasional, Departemen Pendidikan. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Depdiknas.
Partanto, Pius A. dan Dahan Al Barry. Kamus Ilmiah Populer. 2001. Surabaya: Arkola.
Suparno, Abdurrahman dan Mohammad Azhar. 2005. MAFAZA Pintar Menerjemahkan Bahasa Arab-Indonesia. Yogyakarta: Absolut.
Taufiqurrohman. 2008. Leksikologi Bahasa Arab. Yogyakarta: UIN Malang Press.
Zaka Al Farisi. 2011. Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar