Sabtu, 21 Januari 2012

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN



NO
ALIRAN
PROGRESSIVISME
ESENSIALISME
PERENIALISME
REKONSTRUKSIONALISME
EKSISTENSIALISME
PEMBEDA
1
Waktu
Abad ke-19
 Renaissans
 Abad- 20
 Abad- 20
 Abad- 20
2.













Teori













a.       Manusia mempunyai kesanggupan-kesanggupan untuk mengendalikan hubungannya dengan alam, sanggup meresapi rahasia-rahasia alam, sanggup menguasai alam.
b.      Tugas pendidikan adalah meneliti sejelas-jelasnya kesanggupan-kesanggupan manusia itu dan menguji kesanggupan-kesanggupan itu dalam pekerjaan praktis.
c.       Pendidikan adalah alat kebudayaan yang paling baik.













 Pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, sehingga memberikan kesetabilan dan arah yang jelas.























 Peranan pendidikan dalam proses mengembalikan keadaan manusia zaman modern ini kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal dan yang telah terpuji ketangguhannya. Dengan berprinsip pada:
1.      Pendidikan hendaknya berorientasi pada potensi (nafsu, kemauan dan pikiran) kepada masyarakat agar bisa terpenuhi (Plato).
2.      Tujuan pendidikan adalah ‘kebahagiaan’ untuk mencapai tujuan pendidikan aspek jasmani, emosi, intelek harus dikembangkan secara seimbang (Aritoteles).
3.      Pendidikan sebagai usaha mewujudkan kapasitas yang ada dalam indiidu agar menjadi aktualitas, aktif dan nyata (Thomas Aquinas).
a.       Sepahm dengan aliran Perenialisme dalam mengatasi krisis kehidupan modern. Hanya saja jalan yang ditempuh berbeda tetapi sesuai dengan istilah yang dikandungnya yaitu berusaha membina suatu consensus yang paling luas dan paling mungkin tentang tujuan utama dan tertinggi dalam kehidupan manusia.
b.      Mencari kesepakatan semua orang mengenai tujuan utama yang dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam satu tatanan hidup kebudayaan yang terbaru.









1.      Memadukan hidup yang dimiliki dengan pengalaman dan situasi sejarah yang ia alami dan tidak mau terikat oleh hal-hal yang bersifat abstrak serta spekulatif.
2.      Segala sesuatu dimulai dari pengalaman pribadi, keyakinan yang tumbuh dan dirinya dan kemampuan serta keluasan jalan untuk mencapai keyakinan hidupnya.
3.      Tidak menghendaki adanya aturan-aturan pendidikan dalam segala bentuk.








3.




Sifat




1.      Negatif, menolak otoritarisme dan absolutisme dalam berbagai bentuk (agama, politik, etika, epistemology)
2.      Positif, menaruk kepercayaan terhadap kekuatan alamiah manusia, kekuatan yang diwarisi dari alam sejak lahir (man natural power).
 Membentuk pribadi bahagia di dunia dan akherat. Isi pendidikan mencangkup : ilmu pengetahuan, kesenian dan segala hal yang mampu menggerakan kehendak manusia.




 Mengandung kepercayaan filsafat yang berpegang pada nilai-nilai dan norma-norma yang bersifat kekal abadi.







 Berusaha membina suatu consensus (kesepakatan bersama) yang paling luas dan paling mungkin tentang tujuan utama dan tertinggi dalam kehidupan manusia- restore to the original form.




 Menolak terhadap suatu pemikiran abstrak, tidak logis atau tidak ilmiah juga kemutlakan rasional.

Lepas dari norma-norma umum.







4




Tokoh

 Heraclitus, Protogoras, Socrates, Aristoteles,
Francis Bacon, Rousseou, Kant, Hegel, Thomas Paine, Thomas Jeferson, Charles S. Peirce.
 Desiratus Erasmus, Johann Amos Comenius, John Locke, Johann Henrich Pestalozzi, Johann Friderich Frobel, Johann Friederich Herbert, William T. Harris
 Plato, Aries Toteles dan Thomas Aquinas




 Kierkegard, Van Cleve Morris, Bruce F. Baker, Ivan Illich


 5





 Keterangan






Didasari pandangan liberal yang bersifat:
Ø  Fleksibel (tidak menolak perubahan, tidak kaku, tidak terikat doktrin tertentu)
Ø  Curious (ingin mengetahui, menyelidiki)
Ø  Toleran
Ø  Open-minded (terbuka)


 Didasari pandangan humanism yang merupakan reaksi terhadap hidup yang mengarah pada keduniawian, serba ilmiah dan materialistic.






Perenialisme menjadi dua sebagai akibat dari sumber filsafat kebudayaan:
1.      Perenialisme yang theologies, bernaung dibawah supermasi gereja Katolik dengan orientasi pada ajaran dan tafsir Thomas Aquinas.
2.      Perenialisme sekuler, berpegang pad aide dan cerita filosofis Plato dan Aristoteles. 

Perkembangan prinsip perenialisme mempengaruhi system pendidikan modern seperti: pembagian kurikulum untuk SD, SMP, SMA dan pendidikan Orang dewasa.
 Penganut aliran ini berkeyakinan bahwa bangsa-bangsa di dunia mempunyai hasrat yang sama untuk menciptakan satu dunia baru, dengan satu kebudayaan baru dibawah satu kedaulatan dunia, dalam pengawasan umat manusia.


 Secara radikal menghadapkan manusia pada dirinya sendiri.

Merupakan aliran filsafat yang bertujuan mengembalikan keberadaan umat manusia sesuai dengan keadaan hidup asasi yang dimiliki dan dihadapinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar